Cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan salah satu komoditi
perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan antara lain
untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun sebagai komoditi ekspor penghasil
devisa negara. Di Jawa Timur, komoditi cengkeh diusahakan oleh Perkebunan
Rakyat (PR), Perkebunan Besar Negara (PTPN) dan Perkebunan Besar Swasta (PBS).
Pada Tahun 2012, Areal cengkeh seluas 46.902 Ha terbagi atas 40.906 Ha (PR),
1.922 Ha (PTPN) dan 4.074 Ha (PBS). Berikut ini data perkembangan areal,
produksi dan produktivitas komoditi cengkeh di Jawa Timur dalam kurun waktu
2008-2012 :
|
Tabel Perkembangan Areal, Produksi
dan produktivitas Cengkeh di Jawa Timur Tahun 2008 - 2012
|
|||
|
Tahun
|
Areal(Ha)
|
Produksi(Ton)
|
Produktivitas(Kg/Ha)
|
|
2008
|
41.233
|
11.177
|
407
|
|
2009
|
41.807
|
10.838
|
392
|
|
2010
|
42.007
|
10.340
|
418
|
|
2011
|
43.876
|
6.807
|
252
|
|
2012*
|
46.902
|
11.699
|
396
|
|
Rata-rata
|
43.165
|
8.172
|
324
|
|
*) Angka Sementara
|
|
|
|
Sentra pertanaman cengkeh pada Perkebunan Rakyat di Jawa Timur seluas 40.906 Ha
terbagi atas Kabupaten Pacitan 8.735 Ha, Malang 4.336 Ha, Trenggalek 5.656 Ha,
Ponorogo 3.009 Ha, Jombang 3.126 Ha, Lumajang 1.993 Ha, Nganjuk 1.781 Ha,
Tulungagung 1.554 Ha, Pasuruan 1.166 Ha, dan sisanya menyebar di 13 Kabupaten
lainnya. Produksi cengkeh pada Perkebunan Rakyat sebesar 9.850 Ton dengan
produktivitas rata-rata 0,383 Ton bunga kering/Ha/Tahun. Kondisi tanaman
cengkeh tua/rusak (TT/TR) seluas 4.645 Ha, tanaman belum menghasilkan (TBM)
seluas 10.525 Ha, dan tanaman menghasilkan (TM) seluas 25.736 Ha. Teknik
budidaya belum optimal, pengendalian OPT masih kurang. Pelaksanaan
intensifikasi cengkeh rakyat di Jawa Timur dituangkan melalui pembinaan dengan
mempergunakan pola swadaya/partial.
No comments:
Post a Comment